Etika Profesi

Nama             : Seftian Andri Asandi

NPM               : 22409517

Mata Kuliah   : Etika Profesi

ETIKA PROFESI

Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos

(bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek,

etika  akan berkaitan  dengan konsep yang  dimilki  oleh individu  ataupun kelompok  untuk

menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Menurut  Martin  (1993),  etika  didefinisikan  sebagai  “the  discpline  which  can  act  as  the

performance  index  or  reference  for  our  control  system”.  Dengan  demikian,  etika  akan

memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di

dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni

pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang

secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat

yang  dibutuhkan  akan  bisa  difungsikan  sebagai  alat  untuk  menghakimi  segala  macam

tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode

etik. Dengan demikian  etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”,

karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial

(profesi) itu sendiri.

Selanjutnya,  karena  kelompok  profesional  merupakan  kelompok  yang  berkeahlian  dan

berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan

berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu

hanya  dapat  dikontrol  dan  dinilai  dari  dalam  oleh  rekan  sejawat,  sesama  profesi  sendiri.

Kehadiran  organisasi  profesi  dengan  perangkat  “built-in  mechanism”  berupa  kode  etik

profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi,

dan di sisi lain melindungi

masyarakat      dari      segala      bentuk      penyimpangan      maupun      penyalah-gunaan      kehlian

(Wignjosoebroto, 1999).

Oleh  karena  itu  dapatlah  disimpulkan  bahwa  sebuah  profesi  hanya  dapat  memperoleh

kepercayaan  dari  masyarakat,  bilamana  dalam  diri  para  elit  profesional  tersebut  ada

kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa

keahlian  profesi  kepada  masyarakat  yang  memerlukannya.  Tanpa  etika  profesi,  apa  yang

semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi

sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan

nilai-nilai  idealisme  dan  ujung-ujungnya  akan  berakhir  dengan  tidak-adanya  lagi  respek

maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini.

Referensi : Buku Ajar Etika Profesi oleh R.Rizal Isnanto, ST, MM, MT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s